Tripel Eliminasi: Pemeriksaan Ibu Hamil untuk HIV, Sifilis, dan Hepatitis
Bangsa Negara, 11 Agustus 2026
By. Posting Admin
Bangsa Negara, 11 Agustus 2026
By. Posting Admin
Lokasi Desa tempat pelaksanaan kegiatan:
Desa Tebingsari Mulya
Desa Burnai Sari Mulya
Desa Bangsa Negara
Desa Tugu Mulyo
Dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, UPTD Puskesmas Bangsa Negara melaksanakan kegiatan Tripel Eliminasi, yaitu pemeriksaan bagi ibu hamil terhadap tiga penyakit menular utama: HIV, Sifilis, dan Hepatitis B.
Kegiatan ini dihadiri oleh ibu hamil, bidan desa, kader kesehatan, PLKB, serta petugas Puskesmas Bangsa Negara. Kehadiran berbagai unsur masyarakat dan tenaga kesehatan menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung program eliminasi penularan penyakit menular dari ibu ke anak.
Melalui pemeriksaan ini, diharapkan setiap ibu hamil dapat mengetahui status kesehatannya sejak dini, sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat dan aman. Puskesmas Bangsa Negara terus berupaya memberikan pelayanan terbaik demi tercapainya generasi sehat dan bebas dari penyakit menular.
Informasi kesehatan ibu hamil mencakup pemeriksaan rutin (ANC), pemenuhan nutrisi seimbang, olahraga ringan, serta kewaspadaan terhadap tanda bahaya kehamilan. Pemeriksaan teratur sangat penting untuk mendeteksi dini komplikasi seperti preeklampsia, diabetes gestasional, atau gangguan pertumbuhan janin.
a. Pemeriksaan Rutin Ibu Hamil (ANC)
Trimester 1 (0–12 minggu): minimal 1 kali kunjungan untuk konfirmasi kehamilan, USG awal, dan skrining infeksi.
Trimester 2 (13–27 minggu): kontrol bulanan, USG morfologi janin, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah.
Trimester 3 (28–40 minggu): kontrol lebih sering (2 minggu sekali hingga setiap minggu menjelang persalinan).
b. Nutrisi Seimbang
Asam folat: mencegah cacat tabung saraf.
Zat besi: mencegah anemia.
Kalsium & Vitamin D: mendukung pembentukan tulang janin.
Protein: pertumbuhan jaringan janin dan plasenta.
Cairan cukup: 8–10 gelas per hari untuk mendukung volume darah.
c. Aktivitas Fisik & Mental
Olahraga ringan: jalan kaki, prenatal yoga, senam hamil.
Istirahat cukup: tidur 7–9 jam per malam.
Kelola stres: relaksasi, dukungan keluarga, konseling bila perlu.
d. Tanda Bahaya Kehamilan
Segera ke fasilitas kesehatan bila muncul:
Perdarahan
Sakit kepala berat
Bengkak ekstrem
Gerakan janin berkurang
Nyeri perut hebat
Program Eliminasi HIV di Indonesia menargetkan Ending AIDS 2030 dengan strategi “Triple 95”: 95% orang dengan HIV mengetahui statusnya, 95% menjalani terapi antiretroviral (ARV), dan 95% dari mereka mencapai supresi virus. Fokus utama adalah deteksi dini, perluasan pengobatan, serta penghapusan stigma di masyarakat.
a. Tujuan Program Eliminasi HIV
Ending AIDS 2030: Indonesia berkomitmen mengakhiri epidemi HIV dan IMS pada tahun 2030.Triple 95 Target:
95% ODHIV mengetahui statusnya.
95% dari yang terdiagnosis menjalani terapi ARV.
95% dari yang diobati mencapai supresi virus.
b. Strategi Nasional
Pencegahan
Pendekatan ABCDE (Abstinence, Be Faithful, Condom, No Drugs, Education).
Profilaksis pra & pasca paparan.
Vaksinasi HPV.
Pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak.
Surveilans
Skrining komunitas & calon pengantin.
Notifikasi pasangan.
Pemantauan resistensi ARV.
Penanganan Kasus
Terapi ARV sesuai standar.
Multi-month dispensing (obat untuk beberapa bulan sekaligus).
Pemantauan viral load.
Terapi pencegahan TBC.
Promosi Kesehatan
Edukasi reproduksi.
Pengurangan stigma & diskriminasi.
Pelibatan tokoh masyarakat dan media.
Pelibatan tokoh masyarakat dan media.
Bidan desa adalah ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa, berperan penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan, pelayanan nifas, imunisasi, serta edukasi kesehatan masyarakat.
a. Peran Utama Bidan Desa
Pelayanan Kesehatan Ibu
Pemeriksaan kehamilan (ANC).
Pertolongan persalinan normal.
Perawatan nifas dan bayi baru lahir.
Deteksi dini risiko dan komplikasi.
b. Pelayanan Anak
Imunisasi dasar lengkap.
Pemantauan tumbuh kembang balita.
Konseling gizi dan ASI eksklusif.
c. Keluarga Berencana
Konseling kontrasepsi.
Pemasangan dan pelepasan alat kontrasepsi (IUD, implan).
Suntikan KB dan edukasi jarak kelahiran.
d. Kesehatan Masyarakat
Mengelola Posyandu.
Penyuluhan kesehatan (gizi, sanitasi, penyakit menular).
Surveilans kesehatan desa.
Sumber Dokumen : Koordinator dan Pelaksana Klinik VCT UPTD Puskesmas Bangsa Negara