Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bayi & Balita
Bangsa Negara, 12 Agustus 2026
By. Posting Admin
Bangsa Negara, 12 Agustus 2026
By. Posting Admin
Posyandu Melati 2 Desa Jati Mulyo
Rabu, 12 Agustus 2026
Puskesmas menyelenggarakan kegiatan CKG-Balpras berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi bayi dan balita usia 1 bulan hingga 60 bulan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal serta mendeteksi dini adanya masalah kesehatan yang berpotensi menimbulkan risiko penyakit serius di masa depan.
Deteksi dini masalah kesehatan agar anak segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Deteksi dini masalah kesehatan balita dilakukan melalui program DDTK (Deteksi Dini Tumbuh Kembang), yang memantau pertumbuhan fisik dan perkembangan anak sejak usia dini. Pemeriksaan ini penting terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), karena periode ini sangat menentukan kesehatan dan kecerdasan anak di masa depan
a. Apa Itu Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK)
DDTK adalah metode pemeriksaan komprehensif untuk menemukan sedini mungkin adanya penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan balita.
Fokus pada pertumbuhan fisik (berat badan, tinggi badan, lingkar kepala) dan perkembangan fungsi tubuh (motorik, bahasa, kognitif, sosial-emosional).
Dilakukan secara rutin di Posyandu, Puskesmas, atau klinik anak.
b. Aspek yang Dinilai dalam DDTK
Pertumbuhan fisik: pengukuran TB, BB, lingkar kepala dibandingkan dengan kurva WHO/KMS.
Perkembangan motorik: kemampuan duduk, berjalan, memegang benda.
Perkembangan bahasa: kemampuan berbicara sesuai usia.
Perkembangan sosial-emosional: interaksi dengan orang lain, respons terhadap lingkungan.
Fungsi sensorik: pemeriksaan pendengaran dan penglihatan.
c. Pentingnya Deteksi Dini
Mencegah stunting: gangguan pertumbuhan akibat gizi buruk dapat diketahui lebih awal.
Menghindari keterlambatan perkembangan: intervensi cepat membantu anak kembali ke jalur normal.
Mencegah penyakit serius: skrining TBC, gangguan pendengaran, dan penglihatan dilakukan sejak dini.
Optimalisasi 1000 HPK: masa emas pembentukan otak dan saraf, sehingga pemeriksaan rutin sangat krusial.
Pemantauan tumbuh kembang balita
Pemantauan tumbuh kembang balita adalah langkah penting untuk memastikan anak berkembang sesuai tahapan usia, mencegah stunting, gizi kurang, maupun keterlambatan perkembangan. Pemeriksaan rutin di Posyandu atau Puskesmas dengan pencatatan pada Buku KIA dan kurva pertumbuhan WHO menjadi kunci utama.
a. Konsep Tumbuh Kembang Balita
Pertumbuhan fisik: meliputi berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala.
Perkembangan motorik: kemampuan duduk, berjalan, memegang benda.
Perkembangan bahasa: kemampuan berbicara dan memahami kata.
Perkembangan sosial-emosional: interaksi dengan orang lain, respons terhadap lingkungan.
Perkembangan kognitif: kemampuan berpikir, memecahkan masalah, dan daya ingat.
b. Cara Pemantauan Tumbuh Kembang
Pengukuran antropometri: timbang berat badan, ukur tinggi/panjang badan, dan lingkar kepala setiap bulan.
Plotting kurva pertumbuhan: hasil pengukuran dicatat di Buku KIA atau grafik WHO untuk melihat apakah anak sesuai jalur pertumbuhan.
Pemantauan perkembangan: observasi milestone motorik, bahasa, dan sosial sesuai usia.
Stimulasi dini: bermain, berinteraksi, dan memberikan nutrisi seimbang untuk mendukung perkembangan.
c. Peran Posyandu dan Puskesmas
Posyandu: tempat utama pemantauan bulanan, termasuk Bulan Timbang Februari dan Agustus.
Kader Posyandu: dilatih melakukan pengukuran antropometri, pencatatan, dan deteksi dini.
Tenaga kesehatan: bidan, perawat, dan dokter anak memberikan intervensi bila ditemukan penyimpangan.
3. Pencegahan penyakit serius pada balita
Pencegahan penyakit serius pada balita merupakan bagian penting dari upaya kesehatan masyarakat. Balita termasuk kelompok usia yang rentan terhadap berbagai penyakit menular maupun gangguan tumbuh kembang, sehingga diperlukan langkah sistematis untuk melindungi mereka sejak dini.
a. Langkah Pencegahan Utama
Imunisasi lengkap
Memberikan imunisasi sesuai jadwal nasional (BCG, DPT, Polio, Hepatitis, Campak, dll.) untuk mencegah penyakit menular berbahaya.
Pemantauan tumbuh kembang
Pemeriksaan rutin di Posyandu/Puskesmas untuk mendeteksi dini masalah gizi, stunting, atau keterlambatan perkembangan.
Pemberian ASI dan gizi seimbang
ASI eksklusif hingga 6 bulan, dilanjutkan dengan MP-ASI bergizi seimbang untuk mendukung daya tahan tubuh.
Kebersihan lingkungan
Menjaga sanitasi rumah, air bersih, dan kebersihan makanan untuk mencegah diare, infeksi saluran pernapasan, dan penyakit kulit.
Skrining kesehatan rutin
Pemeriksaan gigi, pendengaran, penglihatan, serta skrining TBC untuk mendeteksi masalah sejak dini.
Stimulasi dini Bermain, berinteraksi, dan memberikan rangsangan sesuai usia untuk mendukung perkembangan otak dan mencegah gangguan perilaku.
b. Penyakit Serius yang Dapat Dicegah
TBC melalui imunisasi BCG dan skrining dini.
Pneumonia dengan imunisasi, nutrisi baik, dan lingkungan sehat.
Diare dengan pemberian ASI, kebersihan makanan, dan sanitasi.
Stunting dengan pemantauan gizi dan tumbuh kembang.
Gangguan sensorik melalui pemeriksaan pendengaran dan penglihatan sejak dini
c. Peran Orang Tua dan Tenaga Kesehatan
Orang tua berperan aktif membawa anak ke Posyandu setiap bulan.
Tenaga kesehatan di Puskesmas memberikan edukasi, pemeriksaan, dan intervensi bila ditemukan masalah.
Kader Posyandu membantu pemantauan rutin dan memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat.
Pengukuran TB, BB & Lingkar Kepala
Untuk memantau pertumbuhan fisik anak sesuai kurva standar WHO.
Skrining TBC
Sebagai langkah deteksi dini penyakit menular yang dapat mengganggu kesehatan anak.
Pemeriksaan kesehatan gigi & mulut
Untuk menjaga kebersihan dan mencegah masalah gigi sejak dini.
Pemeriksaan fungsi pendengaran
Agar gangguan pendengaran dapat diketahui lebih awal.
Pemeriksaan penglihatan
Untuk memastikan perkembangan sensorik anak berjalan optimal.
Melalui kegiatan ini, orang tua diharapkan lebih memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. Satu kali pemeriksaan hari ini dapat memberikan manfaat besar bagi masa depan anak, baik dari segi kesehatan fisik, perkembangan sensorik, maupun pencegahan penyakit.
Sumber Dokumen : Koordinator dan Pelaksana Program CKG