Pelayanan kesehatan bagi anak usia sekolah (≥ 6 - 18 tahun) dan remaja (10 - <18 tahun) diberikan melalui PKPR (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja) di dalam gedung (Puskesmas dan Pustu) maupun di luar gedung.
a. Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di Dalam Gedung
Skrining Kesehatan dan Imunisasi Anak Usia Sekolah dan Remaja
Anak usia sekolah dan remaja yang datang sendiri atau rujukan (dari sekolah, Posyandu, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA)/ panti, atau Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA)) dilakukan skrining yang terdiri dari:
a) Skrining Anemia Usia Sekolah dan Remaja
(1) Sasaran: remaja putri usia 12 tahun dan usia 15 tahun yang belum pernah mendapatkan skrining anemia, dengan atau tanpa gejala anemia.
(2) Metode:
(a) anamnesis: gejala yang dialami seperti mudah lelah, letih, lesu, lunglai, lalai (sering lupa), atau sakit kepala, baik
dalam beberapa hari maupun lebih lama dari itu. Tanyakan yang relevan dengan anemia missal gaya hidup terkait konsumsi sayur, buah, protein hewani dan tablet tambah darah khususnya remaja putri (juga riwayat menstruasi), kebersihan diri, dan terkait penyakit yang sedang diderita.
(b) pemeriksaan fisik: inspeksi konjungtiva dan telapak tangan tampak pucat (anemis) atau tidak.
c) pemeriksaan penunjang: pemeriksaan kadar hemoglobin dengan PoCT Hb meter (dengan strip atau mikrokuvet) atau hematology analyzer di Puskesmas. Pemeriksaan di Pustu menggunakan alat POCT Hb meter
Pemantauan Status Gizi - Skrining Obesitas
Skrining Hipertensi
Skrining Anemia
Pemberian Tablet Tambah Darah
Skrining dan Pemberian Imunisasi
Skrining TBC
Skrining HIV
Skrining Malaria (pada wilayah endemis)
Skrining Kesehatan Jiwa
Skrining Talasemia
Skrining Kesehatan Indera Penglihatan
Skrining Kesehatan Indera Pendengaran
Skrining Faktor Risiko Merokok
Skrining Kebugaran
Pelayanan Gigi dan Mulut
Pelayanan Pengobatan
Usaha Kesehatan Sekolah
Kunjungan Rumah