Sumber foto 1: Kegiatan MMD Desa Pandansari
Sumber foto 2: Kegiatan MMD Desa Pandansari
Sumber foto 1: Kegiatan MMD Desa Burnai Sari Mulya
Sumber foto 2: Kegiatan MMD Desa Burnai Sari Mulya
a. Membahas prioritas masalah sebagai berikut:
Masih ada yang tidak mendapatkan tablet tambah darah
Masih ada penderita HT yang tidak berobat secara teratur
Masih ada posyandu remaja tidak mengikuti posyandu remaja atau posyandu ptm
b. Analisis prioritas masalah dengan pendekatan kesehatan masyarakat menggunakan kriteria urgensi, dampak, dan kemungkinan penanganan.
Masih ada yang tidak mendapatkan tablet tambah darah
Urgensi: Tinggi – anemia pada remaja putri dan ibu hamil berisiko menyebabkan stunting, komplikasi kehamilan, dan menurunkan produktivitas.
Dampak: Jangka panjang terhadap kualitas generasi mendatang.
Kemungkinan penanganan: Relatif mudah jika distribusi dan edukasi diperkuat melalui sekolah, posyandu, dan puskesmas.
Prioritas: Utama karena menyangkut pencegahan masalah gizi dan kesehatan ibu-anak.
Masih ada penderita hipertensi (HT) yang tidak berobat secara teratur
Urgensi: Tinggi – hipertensi adalah penyakit kronis yang bisa menimbulkan komplikasi serius (stroke, gagal ginjal, penyakit jantung).
Dampak: Beban biaya kesehatan meningkat, kualitas hidup menurun, risiko kematian tinggi.
Kemungkinan penanganan: Perlu edukasi berkelanjutan, ketersediaan obat, serta dukungan keluarga/kelompok pasien.
Prioritas: Utama karena menyangkut penyakit tidak menular dengan risiko fatal.
Masih ada remaja yang tidak mengikuti posyandu remaja atau posyandu PTM
Urgensi: Sedang – remaja kehilangan kesempatan deteksi dini masalah kesehatan (anemia, hipertensi, kesehatan mental).
Dampak: Jangka panjang, memengaruhi kesiapan remaja menuju dewasa sehat.
Kemungkinan penanganan: Perlu inovasi kegiatan posyandu agar lebih menarik, kolaborasi dengan sekolah, dan sosialisasi intensif.
Prioritas: Pendukung – penting untuk pencegahan dini, tetapi dampaknya lebih jangka panjang dibanding dua masalah di atas.
Kesimpulan
Prioritas utama:
Distribusi dan konsumsi tablet tambah darah.
Kepatuhan pengobatan hipertensi.
Prioritas pendukung:
Peningkatan partisipasi remaja dalam posyandu remaja/PTM.
Dengan fokus pada dua masalah utama terlebih dahulu, intervensi akan lebih efektif dalam menurunkan risiko jangka pendek (komplikasi hipertensi) dan jangka panjang (anemia/stunting). Setelah itu, penguatan posyandu remaja menjadi strategi keberlanjutan.
Kesepakatan yg di dapat kan:
Perangkat desa yg akan membantu memberikan edukasi terkait mslh,posyandu lansia,dan posyandu remaja di pengajian, acara nikahan dan rapat" Di desa
Penyuluhan yg lebih masif dan berkala diposyandu remaja dan posyandu lansia.
a. Membahas prioritas masalah sebagai berikut:
Masih ada keluarga yang belum melakukan pemberantasan sarang nyamuk
b. Analisis prioritas masalah dengan pendekatan kesehatan masyarakat menggunakan kriteria urgensi, dampak, dan kemungkinan penanganan.
Urgensi
Tinggi, karena PSN berkaitan langsung dengan pencegahan penyakit menular seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), chikungunya, dan zika.
Tanpa PSN, potensi penularan meningkat terutama di musim hujan.
Dampak
Kesehatan: Risiko meningkatnya kasus DBD yang bisa berakibat fatal.
Ekonomi: Biaya pengobatan dan perawatan meningkat.
Sosial: Wabah DBD dapat menimbulkan keresahan masyarakat.
Kemungkinan Penanganan
Relatif mudah, karena PSN dapat dilakukan mandiri oleh keluarga dengan langkah sederhana (3M: Menguras, Menutup, Mengubur).
Tantangan utama adalah perilaku dan kepatuhan masyarakat.
c. Faktor Penyebab
Kurangnya kesadaran atau pengetahuan tentang pentingnya PSN.
Perilaku masyarakat yang tidak konsisten melakukan PSN.
Lingkungan padat penduduk dengan sanitasi kurang baik.
Minimnya monitoring dan evaluasi dari kader/posyandu.
d. Rekomendasi Tindakan
Edukasi berkelanjutan melalui posyandu, sekolah, dan media lokal tentang bahaya DBD dan cara PSN.
Gerakan serentak PSN (misalnya setiap Jumat bersih) melibatkan RT/RW, sekolah, dan masyarakat.
Monitoring rutin oleh kader kesehatan untuk memastikan keluarga melakukan PSN.
Pemberdayaan remaja dan anak sekolah sebagai agen perubahan perilaku di rumah masing-masing.
Kesimpulan
Masalah keluarga yang belum melakukan PSN merupakan prioritas utama karena berhubungan langsung dengan pencegahan penyakit menular yang berpotensi menimbulkan wabah. Intervensi harus fokus pada perubahan perilaku masyarakat melalui edukasi, gerakan bersama, dan monitoring berkelanjutan.
Kesepakatan yg di dapatkan
Aparat desa dan bides terkait akan membantu memberikan edukasi terkait hal di atas di giat yasinan, pengajian, posyandu
Merencanakan jumat Bersih di lingkungan masing-masing