Pelaksanaan MMD (Musyawarah Masyarakat Desa)
UPTD Puskesmas Bangsa Negara, Senin, 03 Pebruari 2026
By. Admin
UPTD Puskesmas Bangsa Negara, Senin, 03 Pebruari 2026
By. Admin
Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) merupakan kegiatan partisipatif yang melibatkan masyarakat dalam mengidentifikasi masalah kesehatan, menentukan prioritas, serta menyusun rencana aksi bersama. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.
Tujuan MMD
Menggali permasalahan kesehatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menentukan prioritas masalah yang perlu segera ditangani.
Menyusun rencana kerja bersama antara masyarakat, perangkat desa, dan tenaga kesehatan.
Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perilaku hidup sehat.
Foto Kegiatan Pembinaan ILP
Staf Poskesdes Tanah Merah
UPTD Puskesmas Bangsa Negara, Senin, 03 Pebruari 2026
By. Admin
Membahas prioritas masalah Desa Tanah Merah
I. Analisis Prioritas
a. Bayi belum mendapat ASI eksklusif
Dampak: Risiko gizi kurang, infeksi, dan gangguan tumbuh kembang.
Urgensi: Periode 1000 HPK (hari pertama kehidupan) sangat kritis, sehingga masalah ini harus segera ditangani.
Prioritas: Tinggi – karena menyangkut kesehatan bayi yang dampaknya permanen bila tidak segera diintervensi.
b. Rematri belum minum TTD
Dampak: Risiko anemia, menurunkan konsentrasi belajar, dan berpengaruh pada kesehatan reproduksi di masa depan
Urgensi: Penting, tetapi dampaknya lebih jangka panjang dan masih bisa diperbaiki dengan intervensi berkelanjutan
Prioritas: Sedang – tetap perlu perhatian, namun tidak secepat masalah ASI eksklusif.
c. Kesimpulan Prioritas
Prioritas utama: Bayi yang belum mendapat ASI eksklusif.
Prioritas kedua: Rematri yang belum minum TTD.
d. Usulan Tindak Lanjut
Untuk ASI eksklusif:
Edukasi ibu dan keluarga tentang manfaat ASI.
Dukungan lingkungan kerja agar ibu bisa tetap menyusui.
Pemantauan oleh kader posyandu.
Untuk TTD pada Rematri:
Sosialisasi di sekolah tentang pentingnya TTD.
Monitoring minum TTD secara rutin oleh guru/kader.
Edukasi tentang cara mengurangi efek samping (misalnya minum setelah makan).
e. Kesimpulan
Prioritas utama: Bayi yang belum mendapat ASI eksklusif → karena dampaknya langsung dan permanen pada tumbuh kembang.
Prioritas kedua: Rematri yang belum minum TTD → tetap penting sebagai investasi kesehatan jangka panjang, namun tidak secepat masalah ASI eksklusif.
II. Usulan Intervensi
a. ASI eksklusif:
Edukasi ibu dan keluarga di posyandu.
Dukungan lingkungan kerja untuk ibu menyusui.
Pemantauan kader desa.
b. TTD Rematri:
Sosialisasi di sekolah tentang pentingnya TTD.
Monitoring minum TTD oleh guru/kader.
Edukasi cara mengurangi efek samping.
Kesepakatan yg di dapatkan
Aparat desa terkait akan membantu memberikan edukasi terkait hal di atas di acara Hajatan, nasehat pra nikah
Penyuluhan yg lebih masif dan berkala di posyandu balita, posyandu, dan posyandu remaja.
Pelaksanaan Giat MMD Tim 1.
Diana sari, SKM
Susriyani , Am.Keb
Risa fitri yani, Am, keb
UPTD Puskesmas Bangsa Negara, Senin, 03 Pebruari 2026
By. Admin
Membahas prioritas masalah Desa Rantau Jaya sebagai berikut :
Masih ada Calon penganten yang tidak skerining caten
Masih ada remaja yg tdk mengikuti posyandu remaja
masih ada anggota keluarga yg tdk mengikuti posyandu PTM
Acara di hadiri
Kades rantau jaya
Staf PKM Bangsa Negara
Ketua TPKK Desa Rantau Jaya
Ketua BPD
Toma
Toga
Kader Posyandu
Bidan Desa Rantau Jaya
Prioritas utama: Calon pengantin yang belum skrining CATEN → karena dampaknya langsung terhadap kesehatan ibu hamil dan bayi (stunting, komplikasi kehamilan).
Prioritas kedua: Remaja yang tidak mengikuti posyandu remaja → penting untuk mencegah anemia dan masalah kesehatan reproduksi.
Prioritas ketiga: Anggota keluarga yang tidak mengikuti posyandu PTM → tetap penting, tetapi dampaknya lebih jangka panjang.
Usulan Tindak Lanjut
a. Skrining CATEN:
Sosialisasi wajib skrining di KUA dan desa.
Kolaborasi dengan puskesmas untuk pemeriksaan kesehatan calon pengantin.
Edukasi calon pengantin tentang gizi, anemia, dan kesehatan reproduksi.
b. Posyandu Remaja:
Aktivasi kegiatan rutin di sekolah/desa.
Edukasi menarik (games, diskusi, lomba) agar remaja mau hadir.
Monitoring minum TTD dan konseling kesehatan mental.
c. Posyandu PTM:
Sosialisasi pentingnya deteksi dini PTM (diabetes, hipertensi).
Pemeriksaan rutin tekanan darah, gula darah, kolesterol.
Kader desa melakukan pendekatan keluarga untuk meningkatkan partisipasi.