Pelaksanaan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) di Desa Tugu Harum
UPTD Puskesmas Bangsa Negara, Kamis 12 Februari 2026
By. Admin
UPTD Puskesmas Bangsa Negara, Kamis 12 Februari 2026
By. Admin
Sumber foto 1 : Pelaksanaan kegiatan mmd di desa Tugu Harum
Dalam rapat MMD (Musyawarah Masyarakat Desa), dua prioritas masalah kesehatan yang Anda sebutkan memang sangat penting untuk ditindaklanjuti. Mari kita uraikan lebih sistematis:
Masalah: Masih ada responden/masyarakat yang belum melakukan PSN.
Dampak: Risiko meningkatnya kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) dan penyakit lain yang ditularkan nyamuk.
Solusi yang bisa dibahas:
Sosialisasi rutin tentang 3M Plus (Menguras, Menutup, Mengubur + menggunakan kelambu, lotion anti nyamuk, dsb).
Mengadakan gotong royong bersih lingkungan secara berkala.
Membentuk kader jumantik (juru pemantau jentik) di setiap RT.
Memberikan penghargaan atau insentif bagi wilayah/RT yang bebas jentik.
Langkah Puskesmas:
Melakukan monitoring rutin jumantik di setiap wilayah kerja.
Menyusun jadwal penyuluhan PSN di posyandu, sekolah, dan pertemuan warga.
Mengadakan kampanye PSN serentak bersama masyarakat (misalnya setiap minggu ke-1).
Membuat laporan bulanan tentang angka bebas jentik untuk evaluasi.
Target: Meningkatkan partisipasi warga dalam PSN hingga >90% rumah tangga aktif.
Sumber foto 2 : Pelaksanaan kegiatan mmd di desa Tugu Harum
2. Ibu Hamil Tidak Mengikuti Kelas Ibu Hamil
Masalah: Sebagian ibu hamil belum aktif mengikuti kelas ibu hamil.
Dampak: Kurangnya pengetahuan tentang kehamilan sehat dan risiko komplikasi.
Usulan Solusi:
Pendekatan personal oleh bidan/kader.
Penyesuaian jadwal kelas agar lebih fleksibel.
Materi kelas dibuat lebih menarik (senam hamil, demo masak sehat).
Melibatkan suami/keluarga dalam kelas.
Menyediakan transportasi bila ada kendala jarak.
Langkah Puskesmas:
Bidan desa melakukan pendekatan personal kepada ibu hamil yang belum hadir.
Menyusun jadwal kelas ibu hamil yang fleksibel (sore/akhir pekan).
Menambahkan materi menarik seperti senam hamil, demo masak sehat, dan diskusi bersama suami/keluarga.
Menyediakan transportasi atau pendampingan kader bagi ibu hamil yang kesulitan hadir.
Target: Minimal 80% ibu hamil aktif mengikuti kelas ibu hamil setiap bulan.
Kesimpulan
Dua masalah utama ini saling berkaitan dengan perilaku masyarakat. Oleh karena itu, solusi yang paling efektif adalah
Pendekatan edukasi, pemberdayaan kader, dan
Dukungan keluarga.
Puskesmas berperan sebagai penggerak utama,
sementara masyarakat menjadi mitra aktif dalam pelaksanaan program. Kembali klik disini,,,,