Pelaksanaan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) di Desa Tebing Sari Mulya
UPTD Puskesmas Bangsa Negara, 05 Februari 2026
By. Admin
UPTD Puskesmas Bangsa Negara, 05 Februari 2026
By. Admin
Rapat MMD: Prioritas Pemberantasan Sarang Nyamuk.
Desa Tebing Sari Mulya, Kecamatan Belitang Madang Raya di dalam wilayah kerja UPTD Puskesmas Bangsa Negara.
Dalam rapat Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) yang digelar di Balai Desa Desa Tebing Sari Mulya, isu pemberantasan sarang nyamuk (PSN) kembali menjadi topik utama. Pertemuan ini Acara di hadiri :
Kades Tebing Sari Mulya
Staf PKM bangsa negara
Sekdes dan Staf desa
Ketua BPD
Toma
Toga
Kader posyandu
Bidan desa
Masih ada keluarga yang belum melaksanakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk).
Kesadaran masyarakat terhadap gerakan 3M Plus (menguras, menutup, mendaur ulang, serta langkah tambahan seperti menggunakan kelambu) masih rendah.
Sebagian warga beranggapan fogging sudah cukup, padahal fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, bukan jentik.
Kurangnya pengetahuan: Tidak semua warga memahami bahwa jentik nyamuk adalah sumber utama penularan DBD.
Perilaku dan kebiasaan: Lalai membersihkan tempat penampungan air, membiarkan barang bekas menumpuk.
Lingkungan: Kondisi musim hujan memperbanyak genangan air sebagai tempat berkembang biak nyamuk.
Kesehatan: Risiko meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di desa.
Sosial: Kekhawatiran masyarakat, terutama keluarga dengan anak kecil.
Ekonomi: Biaya pengobatan meningkat jika kasus DBD tidak terkendali.
Edukasi berkelanjutan: Sosialisasi melalui posyandu, sekolah, dan kegiatan keagamaan tentang pentingnya PSN.
Gotong royong lingkungan: Penetapan jadwal rutin bersih-bersih desa setiap minggu.
Pemantauan jentik: Kader kesehatan melakukan inspeksi rumah tangga secara berkala.
Kolaborasi lintas sektor: Pemerintah desa, puskesmas, dan tokoh masyarakat bekerja sama menggerakkan warga.
Rapat MMD menetapkan pemberantasan sarang nyamuk sebagai prioritas utama karena dampaknya langsung terhadap kesehatan masyarakat. Tanpa partisipasi aktif keluarga, program kesehatan tidak akan berhasil. Kesadaran kolektif menjadi kunci agar desa bebas dari ancaman DBD.
Prioritas Utama: Pemberantasan sarang nyamuk ditetapkan sebagai agenda prioritas desa dalam bidang kesehatan lingkungan.
Jadwal Gotong Royong: Warga sepakat mengadakan kegiatan bersih-bersih lingkungan setiap akhir pekan.
Pemantauan Jentik: Kader kesehatan akan melakukan inspeksi rutin ke rumah-rumah untuk memastikan tidak ada jentik nyamuk.
Edukasi Berkelanjutan: Sosialisasi akan digencarkan melalui sekolah, pengajian, dan posyandu agar kesadaran masyarakat meningkat.
Kepala Desa menegaskan bahwa keberhasilan program PSN bergantung pada keterlibatan aktif seluruh keluarga. “Satu rumah yang lalai bisa menjadi sumber penularan bagi banyak orang. Karena itu, mari kita jadikan PSN sebagai tanggung jawab bersama,” ujarnya.